Apa Itu BNB Chain (Binance Smart Chain)? Mengenal Lebih Dalam

Oleh Currency.com Research Team

Binance telah diterima publik dengan cepat sejak tahun 2020. Meski begitu, pemberitaannya tidak semuanya positif

Konten

Sejak tahap akhir diluncurkan pada tahun 2020 sebagai pembaruan besar-besaran dari Binance Chain, BNB Chain (sebelumnya Binance Smart Chain) dengan cepat berkembang menjadi salah satu platform kontrak pintar yang paling banyak digunakan, terutama pada pasar keuangan terdesentralisasi (DeFi).

Menggembar-gemborkan biaya transaksi yang secara signifikan lebih rendah sekitar 1/7 dari Ethereum serta block time tiga detik melawan block time 15 detik Ethereum, dikombinasikan dengan kompatibilitas tanpa batas BNB Chain dengan Ethereum Virtual Machine (EVM), blockchain tersebut mengalami migrasi besar pengguna selama tahun lalu .

Pada artikel ini, kita akan meninjau BNB Chain secara lebih dalam. Apakah Anda bertanya-tanya, untuk apa BNB Chain digunakan dan apa saja kekuatan serta kemungkinan kelemahannya? Jika ya, pastikan untuk terus membaca.

BNB Chain: Statistik Utama

Dengan menggunakan grafik dari explorer resmi Binance, yaitu BscScan, kita dapat melihat bahwa transaksi harian pada BNB Chain mencapai puncaknya di sepanjang bulan Desember 2021, meski angkanya telah berkurang jauh sejak saat itu. Pada tanggal 7 Februari, tercatat lebih dari 5,9 juta transaksi. Walaupun ia mengalami penurunan dari level tertinggi di tahun 2021, namun angka ini secara signifikan lebih tinggi year-on-year, setelah mencatat angka sedikit lebih dari satu juta transaksi pada 12 bulan sebelumnya.

Transaksi harian melonjak pada bulan Desember
Transaksi harian melonjak pada bulan Desember – Sumber: bscscan.com

Alamat unik chain terus meningkat sejak bulan Maret 2021. Saat ini ia berjumlah lebih dari 134 juta.

Alamat unik BSC terus meningkat
Alamat unik BSC terus meningkat – Sumber: bscscan.com

Rata-rata gas fee secara konsisten tetap di bawah tujuh Gwei sejak bulan Agustus 2021, bernilai sepersekian sen dalam mata uang fiat. Rata-rata block time juga tetap konsisten di tiga detik, terlepas dari lonjakan singkat pada bulan Mei 2021 yang kemungkinan terjadi akibat bull run kripto.

Sisi Positif Maupun Sisi Negatif

Seiring dengan meningkatnya popularitas, muncul pula berita negatif mengenai BNB Chain sepanjang tahun 2021, mengingat blockchain tersebut menjadi tuan rumah bagi sejumlah besar peretasan dan penipuan tingkat tinggi, termasuk Uranium Finance, Meerkat Finance, serta kegagalan Token Squid Games yang menjadi berita utama.

Sebuah laporan dari media berita Crypto Briefing menyatakan: “Sejak peluncuran BNB Chain pada bulan September 2020, chain tersebut telah menjadi berita utama akibat sejumlah peretasan, eksploitasi, dan rug pull yang terjadi di dalamnya.”

Namun, apakah benar BNB Chain merupakan surga bagi para scammer, lebih dari jumlah pada blockchain Ethereum? Dan apakah proses di balik pembuatan BNB Chain menarik aktivitas kejahatan tertentu? Hal ini tidak semerta-merta benar, menurut Ross Thompson, dosen keuangan dan pakar blockchain dari Arden University: “Ini terjadi hanya karena BNB Chain merupakan anak baru di bidang tersebut.” ujarnya kepada Currency.com.

“Kita telah melihat pola yang sama dengan kripto sebelumnya.” tambahnya. “Sebuah platform baru yang menarik tampaknya merupakan sasaran bagi para penipu di awal kemunculannya. Segala hype yang ada menarik para investor yang lebih naif dan lebih mudah tertipu, pengidap rasa tidak ingin ketinggalan tren atau fear of missing out (FOMO) yang dapat mengaburkan penilaian mereka.

Pendekatan biaya rendah Binance untuk penyebaran kontrak dapat menjadi pedang bermata dua. Meski para pengembang dapat menghemat banyak untuk gas fee, namun Ronghui Gu, salah satu pendiri auditor kontrak pintar terpercaya CertiK mengatakan kepada Currency.com: “Gas fee yang rendah juga dapat menarik pendatang baru ke ruang kripto… Pendatang baru ini adalah target sempurna untuk para scammer yang tidak bermoral. Keinginan besar mereka untuk terlibat mungkin dapat membuat mereka tidak melakukan uji tuntas sebanyak yang diperlukan.”

Persoalan Tanggung Jawab 

Terlepas dari pertanyaan apakah BNB Chain menarik lebih banyak pemain kripto jahat dibandingkan kompetisi, sifat open-source dari teknologi blockchain membuat percakapan seputar akuntabilitas menjadi sulit, baik dari sudut pandang teknis maupun filosofis.

Mempertimbangkan apakah BNB Chain dapat bekerja lebih seperti App Store dengan melakukan pengawasan pada daftar protokol prospektif, Gu berkata: “Menurut saya ide ini terdengar baik secara teori namun tidak dalam praktiknya dan ideologi yang mendasarinya bertentangan dengan etos kripto dan keuangan terdesentralisasi atau DeFi… jangan lupa bahwa banyak orang tertarik pada DeFi karena sifatnya yang peer-to-peer, dimana tidak terdapat perantara terpusat yang mengambil potongan terlalu tinggi atas semua transaksi.”

Meskipun demikian, Binance tidaklah terlalu asing dengan sentralisasi. Sebagai kompromi untuk meningkatkan throughput dan kegunaannya, Binance mempertahankan pengawasan yang relatif ketat terhadap jaringannya yang terdiri 21 node validator proof-of-stake, yang mana CertiK bertindak sebagai salah satu auditornya.

Dalam serangkaian Tweet pada bulan April 2021, Ryan Watkins, analis riset senior di Messari, tidak berbasa-basi ketika ia menyatakan bahwa “alasan mengapa BNB Chain lebih cepat dan lebih terskala bukanlah karena sejumlah inovasi teknologi ajaib. Tidak, ini adalah keajaiban dari sentralisasi. BNB Chain adalah fork Ethereum dengan set validator terpusat. Itu dia. Tidak ada lagi alasan lain".

Terlepas dari itu, Gu percaya bahwa meningkatkan standar keamanan dan transparansi pada seluruh DeFi adalah tugas auditor seperti CertiK. “Tugas Binance adalah untuk menyediakan infrastruktur yang berfungsi sebagai tempat berkembang biaknya inovasi dan bakat”. Ia menambahkan: “Prevalensi penipuan pada ruang kripto sangatlah disayangkan, tetapi hal tersebut tidak boleh mengalihkan perhatian dari karya revolusioner sungguhan yang sedang dilakukan.”

Tanggapan Binance

Jadi bagaimana sikap BNB Chain tentang akuntabilitas? Chris Caruana, wakil presiden solusi AML pada perusahaan manajemen risiko Feedzai, mengatakan kepada Currency.com: “Changpeng Zhao, CEO Binance, telah mengumumkan posisinya. Binance tidak memiliki kendali atau pengaruh atas proyek yang dibangun pada BNB Chain dan para korban penipuan bertanggung jawab atas dirinya sendiri.”

Sikap resmi Binance agaknya berkorelasi dengan pengamatan tersebut. Menanggapi penipuan Squid Games dalam posting blog resminya, Zhao, yang biasa dipanggil dengan moniker CZ, mengatakan: “Beberapa orang mungkin bertanya, mengapa Binance tidak dapat melakukan sesuatu tentang proyek DeFi seperti SQUID? Saya pikir penting di sini untuk menjelaskan bahwa blockchain seperti BNB Chain dan Ethereum bersifat open-source. Kami tidak memiliki kendali atau pengaruh apa pun atas proyek yang dibangun pada jaringan.”

“Mengingat BNB Chain sepenuhnya digerakkan oleh komunitas, keputusan terkait tata kelola perlu dikoordinasikan oleh komunitas. Hal yang sama berlaku bagi blockchain open-source lainnya, misalnya seperti Ethereum.”

Apa sentimen Anda pada BNB/USD?

215.62
Bullish
atau
Bearish
Pilih untuk melihat hasil komunitas!

Namun, Caruana mengakui bahwa Binance secara aktif bekerja sama dengan para penyelidik untuk mencoba memulihkan dana yang dicuri dari proyek yang disusupi. Meski begitu, risiko tersebut tampaknya tidak menghalangi para investor. “Tanggung jawab pribadi tidak boleh diabaikan dalam situasi ini” ujar Caruana. “Jika semua orang mulai meminta pertanggungjawaban penyedia blockchain, kita mungkin akan melihat lonjakan luar biasa dalam kasus penipuan pihak pertama. Ini adalah sebuah kisah lama: ‘Caveat emptor’ atau ’biarkan pembeli waspada’.”

Currency.com telah menawarkan Binance untuk berkontribusi pada artikel ini.

DApps Utama

Memanfaatkan niat Binance untuk menciptakan platform yang kompeten untuk DeFi, BNB Chain adalah rumah bagi beberapa proyek terbesar padai sektornya, terutama PancakeSwap, yang memiliki total value locked (TVL) hampir $5 miliar. Menurut market tracker DeFi Llama, TVL dari semua DApps DeFi pada seluruh BNB Chain saat ini mencapai $11,22 miliar. Selain PancakeSwap, pemain utamanya termasuk Venus dengan TVL sebesar $1,34 miliar; Transisi dengan TVL sebesar $683.61 juta; Alpaca Finance dengan TVL sebesar $595,88 juta; dan Ellipsis Finance dengan TVL sebesar $611,99 juta.

Meskipun ia menampung beberapa protokol DeFi terkemuka, namun TVL BNB Chain baru-baru ini diambil alih oleh blockchain Terra, yang sekarang menampung TVL sebesar $14.6 miliar. Angka TVL BNB Chain berada di bawah 10% dari TVL pemimpin pasar, yaitu Ethereum yang bernilai $135,27 miliar. Ia didukung oleh para pemain kelas kakap seperti MakerDAO, Curve, Convex Finance, Wrapped Bitcoin, Aave, Compound, dan Uniswap.

Salah satu dari banyak eksploitasi penting di tahun 2021 adalah Meerkat Finance yang menjadi contoh peretasan umum yang terjadi di ruang decentralised finance (DeFi) akhir-akhir ini, di mana likuiditas “yield farm" dikuras oleh aktor jahat. Dalam kasus Meerkat, $31 juta digesek sebagai ujian nyata terhadap kekokohan kontrak BNB Chain.

Yield farm beroperasi dengan melakukan staking pada token pengguna dan mendapatkan bunga dari kegiatan tersebut. “Yield farm penuh dengan risiko” menurut Business Insider. Mereka mengutip volatilitas, penipuan, rug pull, kerugian tidak permanen, serta risiko regulasi sebagai masalah utama.

Asal usul Meerkat Finance menunjukkan bahwa ia awalnya merupakan fork dari Ethereum dan kemudian digunakan pada BNB Chain. Seperti dilansir oleh CoinTelegraph, forking adalah hal biasa di kalangan Ethereum DeFi, namun “BNB Chain telah meningkatkannya menjadi sebuah seni. Sejumlah DApps Ethereum utama dan bahkan proyek seni memiliki replika Binance yang tepat, yang berarti bahwa vektor serangan sebelumnya, yang mengganggu musim panas DeFi, sekarang mungkin telah dibuka kembali pada chain yang semakin populer ini”.

Binance secara langsung telah menanggapi isu ini. Dalam podcast Unchained baru-baru ini, Samy Karim, koordinator ekosistem di BNB Chain, mengatakan: “Tentu saja terdapat banyak eksploitasi, namun hal itu tidaklah unik terjadi di BNB Chain saja. Menurut saya, BNB Chain menjadi target yang sangat menarik bagi para penjahat pada ruang ini mengingat banyaknya pengguna baru serta TVL besar yang ada pada banyak protokol DeFi. Namun sebenarnya, tidak ada cara untuk mencegahnya. Ini murni menyangkut user education.”

CZ VS Para Regulator

Pada bulan Oktober 2020, Forbes melaporkan skema nyata dari Binance untuk menghindari peraturan anti pencucian uang atau AML melalui struktur perusahaan yang rumit. Dalam laporannya, Forbes menyebutkan gugatan yang diajukan terhadap Binance yang menduganya sebagai lokasi tujuan untuk melakukan “pencucian mata uang kripto”. Bagaimana BNB Chain menyiasati dari peraturan tertentu?

Dalam gugatan tersebut, Fisco Cryptocurrency Exchange v Binance Holdings, menduga: “Binance, atau mereka yang bertindak atas instruksi Binance ataupun pemiliknya, CZ, menciptakan Layanan Trading BAM, dengan nama dagang Binance.US. Binance.US secara khusus dibentuk untuk memungkinkan Binance mempertahankan basis penggunanya di AS dengan secara bersamaan mencoba meminimalkan risiko untuk mengekspos Binance Holdings ke regulasi otoritas AS.”

Selanjutnya, “Praktek Binance seperti ini telah memungkinkan, dan masih memungkinkan, peretas serta pencuri mata uang kripto yang terampil untuk mencuri mata uang kripto. Mereka melakukan pencucian dengan memecah mata uang kripto tersebut menjadi dua Bitcoin atau kurang, kemudian menyimpannya, mengubah jarahan ilegal tersebut, dan menariknya. Semua ini dilakukan tanpa memberikan identifikasi diri".

Pertanyaannya adalah, apa saja kebijakan BNB Chain (Binance Smart Chain) dan bursa Binance saat ini? Apakah mereka telah berusaha untuk menanggapi kontroversi-kontroversi tersebut? Jawabannya adalah tidak, menurut penyelidikan baru-baru ini oleh Reuters, yang menyatakan bahwa “Binance mempertahankan pengawasan lemahnya terhadap pencucian uang bahkan ketika mereka telah menjanjikan kepatuhan yang lebih ketat,” dan “Binance telah beroperasi di luar aturan yang telah mengatur perusahaan keuangan tradisional serta sejumlah pesaing kripto. Struktur perusahaan yang tidak jelas telah memungkinkan Binance untuk menawarkan produk yang tidak diizinkan oleh banyak regulator nasional untuk dijual oleh perusahaan yang terdaftar secara lokal”.

CZ menolak dugaan tersebut, melabelinya sebagai “FUD”, singkatan dari ““fear, uncertainty, and doubt” atau “ketakutan, ketidakpastian, dan keraguan”. Istilah peyoratif ini seringkali digunakan untuk para skeptis kripto.

Menambah perdebatan, perwakilan dari platform blockchain yang dapat diskalakan IoTeX mengatakan kepada Currency.com: “Saya tidak tahu apakah mereka telah memiliki proses untuk meningkatkan AML [anti-pencucian uang] mereka, namun sebagai pengguna Binance saya tahu bahwa mereka telah meningkatkan level verifikasi mereka dan bahkan mereka memberikan imbalan kepada pengguna yang menyelesaikan proses verifikasi baru yang telah disempurnakan”.

Tindakan Apa Saja yang Disediakan Binance?

Ketentuan penggunaan Binance menguraikan beberapa tindakan yang sangat terlarang bagi para investor yang menggunakan platform trading tersebut. Klausul arbitrase menetapkan bahwa tindakan apa pun harus dilakukan di bawah aturan Pusat Arbitrase Internasional Hong Kong, sebuah upaya yang mahal bagi para pengguna biasa.

Sementara itu, gugatan Fisco berakhir ketika mereka mengajukan pemberhentian sukarela setelah Binance “tidak memberikan jawaban atau pun mengajukan mosi untuk penilaian ringkasan dalam tindakan ini”.

Kemana Selanjutnya Untuk BSC?

“Interoperabilitas lintas-shard dan lintas-chain/multi-chain akan menjadi topik utama untuk tahun 2022,” menurut visi 2022 BNB Chain yang baru-baru ini diterbitkan. Target khususnya termasuk protokol sidechain untuk game, aplikasi sosial dan metaverse, peningkatan skalabilitas bagi proyek DeFi, proses blockchain yang lebih efisien, desentralisasi yang ditingkatkan pada level validasi, serta fokus yang lebih besar pada penelitian dan pengembangan pada komunitas pengembangan BNB Chain.

​FAQ

BNB Chain (Binance Smart Chain) adalah peningkatan yang dilakukan Binance terhadap Binance Chain pada tahun 2020. Ia menawarkan fleksibilitas yang lebih besar bagi para pengembang dan pengguna DApp. Changpeng Zhao atau yang dijuluki sebagai Moniker of CZ, adalah pendiri dan CEO Binance.

Meski BNB Chain telah menjadi rumah bagi banyak kasus rug pull maupun kasus penipuan lainnya, namun hal yang sama dapat dikatakan terjadi juga pada sebagian besar atau semua platform kontrak pintar. Investor harus selalu berhati-hati saat berurusan dengan proyek DeFi apa pun. Pastikan untuk melakukan uji tuntas yang ekstensif sebelum berinvestasi.

BNB Chain menawarkan waktu transaksi yang lebih cepat serta gas fee yang lebih murah dibandingkan Ethereum. Sebagai kompromi akan hal tersebut, jaringan validasinya mengalami sentralisasi yang lebih besar.

Baca artikel lain

Materi yang disediakan di situs web ini hanya diperuntukkan sebagai informasi dan tidak boleh dianggap sebagai penelitian investasi atau saran investasi. Pendapat apa pun yang mungkin tercantum di halaman ini murni merupakan pandangan subjektif penulis dan bukan merupakan rekomendasi dari Currency Com Bel LLC atau mitranya. Kami tidak memberikan dukungan atau jaminan apa pun atas keakuratan atau kelengkapan informasi yang tercantum di halaman ini. Dengan mengandalkan informasi di halaman ini, Anda mengakui bahwa Anda bertindak secara sadar dan independen dan Anda menerima semua risiko yang ditimbulkan.
iPhone Image
Perdagangkan token saham, indeks, komoditas, dan mata uang top dunia dengan kripto atau uang fiat
iMac Image
Perdagangkan token saham, indeks, komoditas, dan mata uang top dunia dengan kripto atau uang fiat
iMac Image