Bank AS terbaik untuk berinvestasi: apa yang harus dipelajari dari hasil kuartal ke-2

By Connor Sephton

Setelah serangkaian laporan pendapatan, Bank AS apa yang terbaik untuk berinvestasi? Kita amati

Isi

Mencari Bank AS terbaik untuk berinvestasi bisa menjadi prospek yang menantang. Ini melibatkan pengamatan secara mendalam pada neraca mereka, mengungkap institusi dengan biaya tertinggi dan kewajiban terbesar. Terkadang, pengeluaran seperti ini menjadi kejahatan yang diperlukan. Dengan lonjakan pada bank penantang khusus online yang ingin merebut pangsa pasar dengan menarik kaum milenial, tidak dapat dihindari bahwa merek-merek mapan akan berusaha untuk berinvestasi secara agresif dalam meningkatkan infrastruktur mereka.

Seperti yang terjadi, ada argumen bahwa investor dimanjakan dengan pilihan mengenai saham bank AS terbaik saat ini. Setelah tahun yang terik yang telah diperparah oleh pandemi virus corona, empat merek terbesar yang menghadap konsumen semuanya menunjukkan kinerja yang tangguh pada kuartal kedua tahun 2021.

Empat Besar

Well Fargo menghasilkan laba bersih sebesar $6,04 miliar dalam tiga bulan hingga 30 Juni, sangat kontras dengan kerugian bersihnya sebesar $3,8 miliar yang terlihat pada periode yang sama pada tahun 2020. Bank mengatribusikan pantulan tersebut dengan “pemulihan ekonomi berkelanjutan” yang terlihat di AS, tetapi itu memperingatkan bahwa “suku bunga rendah dan permintaan pinjaman hangat” tetap mengkhawatirkan.

Bank of America mengumumkan kekhawatiran serupa ketika meluncurkan laporan pendapatan terbarunya. Laba bersih sebesar $9,2 miliar didorong oleh pelepasan dana sebesar $1,6 miliar yang sebelumnya disimpan sebagai cadangan jika peminjam gagal membayar pinjaman mereka. Namun, pendapatan yang dihasilakn dari bunga turun 6%, terpukul sebagian oleh suku bunga dasar yang terus-menerus rendah yang ditetapkan oleh Federal Reserve AS.

Pesaing lain yang membeli saham bank AS terbaik dapat mencakup Citigroup, yang juga mengalami keuntungan $1,1 miliar setelah membebaskan sebagian uang tunai yang disisihkan untuk penghapusan. CEO Bank, Jane Fraser, menyatakan bahwa kepercayaan konsumen dan perusahaan meningkat, mengatakan: “Kami melihat ini di seluruh bisnis kami, sebagaimana tercermin dalam kinerja kami di investasi perbankan dan ekuitas serta peningkatan pengeluaran yang nyata untuk kartu kredit kami. Meskipun kami harus mewaspadai ketidakmerataan dalam pemulihan secara global, kami optimis tentang momentum di kemudian hari.”

Terakhir tetapi tidak berarti paling tidak dalam pengumpulan saham bank AS teratas kami, JP Morgan Chase mengamankan kuartalan laba bersih yang hanya sebesar $12 miliar. Sekali lagi, merilis cadangan kredit sebesar $3 miliar memainkan peran besar disini. Pimpinan Bank dan CEO, Jamie Dimon, mengatakan pengeluaran kartu kredit gabungan naik 45% pada kuartal ini, dan 22% lebih tinggi dari tingkat pra-pandemi yang terlihat pada kuartal kedua pada tahun 2019. Tidak mengherankan, perjalanan dan hiburan tampaknya menjadi pendorong besar disini.

Ketika hasil dari keempat saham Bank AS teratas ini digabungkan, gambaran besarnya menunjukkan bahwa secara kolektif membukukan $33 miliar, $9 miliar diantaranya dapat dihubungkan dengan pelepasan cadangan. Itu merupakan $9 miliar lebih tinggi dari yang diperkirakan para analis. Meskipun tingkat inflasi meningkat di AS, suasana musik di Washington menunjukan bahwa bank harus bersaing dengan suku bunga mendekati nol untuk beberapa waktu. Pemimpin Federal Reserve, Jerome Powell, memberitahukan kepada komite kongres bahwa sentral bank tidak memiliki rencana untuk menaikkan suku bunga dasar hingga paling cepat tahun 2023. Ini bisa menjadi hambatan yang tidak diinginkan pada profitabilitas di sektor perbankan AS, bahkan jika permintaan untuk pinjaman meningkat.

Bank AS terbaik untuk berinvestasi

Saham Bank AS terbaik untuk tahun 2021

Bahkan ketika pendapatan bersih pulih, data dari Financial Times menunjukkan bahwa biaya juga meningkat secara substansial karena saham bank AS terbesar berusaha untuk melihat ancaman dari saingan fintech yang lebih kecil (dan bisa dibilang lebih gesit). Total pengeluaran mencapai $6,6 miliar selama kuartal terakhir ini, peningkatan tahun ke tahun sebesar 10%.

Teknologi dan pemasaran pada utamanya berada di balik lonjakan ini. Mengingat bagaimana pandemi virus corona mempercepat penurunan pengguna uang tunai, beberapa bank sekarang berlomba untuk mengejar digitalisasi. Di AS, perusahaan khusus online termasuk Current, Varo dan Chime telah berusaha untuk merayu pelanggan dengan memproses pembayaran mereka lebih cepat, menawarkan aplikasi smartphone yang ramping dan menghilangkan biaya transaksi serta saldo minimum.

Secara khusus, tampaknya putaran cek insentif yang dikirim kepada para rumah tangga di Amerika akan memberi pelajaran pada sektor perbankan tradisional: konsumen mengharapkan kecepatan dan akan memilih dengan kaki mereka jika mereka tidak mendapatkan dana  mereka dengan cukup cepat. Memang, penelitian dari Cornerstone Advisors menunjukkan bahwa 15% dari milenial AS memiliki akun utama mereka di bank digital pada Desember 2020, naik dari hanya 5% pada awal tahun.

Di sinilah pertempuran sedang menuju sekarang, dan saham bank utama AS bersiap untuk bertarung. Di antara mereka, JP Morgan, Well fargo dan Citigroup menutup lebih dari 250 cabang pada paruh pertama tahun 2021, dan diharapkan lebih banyak penutupan. Ini berasal dari kepercayaan bahwa pelanggan yang mulai menggunakan perbankan online selama lockdown tidak akan kembali ke cabang dalam waktu dekat. Itu juga bisa membebaskan modal untuk meningkatkan penawaran digital, yang dengan cepat menjadi tujuan utama untuk orang-orang membuka rekening dan mengajukan pinjaman.

FAQs

Saham bank Amerika terbaik terkadang dapat berfungsi sebagai barometer bagaimana kinerja ekonomi, dan dapat jatuh menderita ketika Wall Street gelisah karena pemulihan sedang berlangsung. Meskipun mengumumkan  hasil yang tangguh pada kuartal ke-2, saham yang serupa dengan Citigroup mengalami penurunan karena kekhawatiran yang berkepanjangan atas suku bunga.

Menurut CNN Bisnis, konsensus saat ini di antara analis investasi adalah bahwa Wells Fargo, Bank of America, JP Morgan Chase dan Citigroup semuanya baik untuk dibeli. Dalam hal proyeksi pertumbuhan harga saham, prakiraan median untuk Citigroup adalah yang paling dermawan karena diharapkan akan naik sebesar 26,3% selama 12 bulan ke depan.

Thomas Michaud, CEO dan President Bank Investasi Keefe, Bruyette & Woods (KBW) baru-baru ini memberitahukan CNBC bahwa beliau percaya “saham bank merupakan tempat yang baik untuk ditempati jika kekhawatiran inflasi terus tumbuh”.

Currency.com menawarkan saham untuk banyak saham bank AS terbaik pada tahun 2021, termasuk keempat perusahaan yang disorot dalam artikel ini, dalam bentuk token. Ini memungkinkan Anda untuk mendapatkan eksposur ke harga saham tanpa memiliki saham yang mendasarinya, dan memberi Anda kesempatan untuk masuk ke posisi short jika Anda yakin harga akan turun. Itu sangatlah penting, namun, Jangan pernah berinvestasi melebihi dari kemampuan yang Anda miliki.

The material provided on this website is for information purposes only and should not be regarded as investment research or investment advice. Any opinion that may be provided on this page is a subjective point of view of the author and does not constitute a recommendation by Currency Com Bel LLC or its partners. We do not make any endorsements or warranty on the accuracy or completeness of the information that is provided on this page. By relying on the information on this page, you acknowledge that you are acting knowingly and independently and that you accept all the risks involved.
iPhone Image
Perdagangkan token top dunia untuk saham, indeks, komoditas, dan pasangan FX dengan uang kripto atau fiat
iMac Image
Perdagangkan token top dunia untuk saham, indeks, komoditas, dan pasangan FX dengan uang kripto atau fiat
iMac Image