Metaverse Facebook: Apa yang Akan Terjadi Selanjutnya?

Oleh Currency.com Research Team

Facebook begitu antusias pada metaverse hingga mengubah nama perusahaannya menjadi Meta. Apa yang akan terjadi selanjutnya?

Konten

Metaverse adalah salah satu konsep terhangat di dunia teknologi saat ini. Konsep ini begitu hangat, hingga membuat Facebook berganti nama menjadi Meta Platforms.

Perubahan nama tersebut, menurut Mark Zuckerberg yang merupakan pendiri dan CEO Facebook, terjadi karena “pada dasarnya, kami bergeser dari perusahaan yang berfokus pada Facebook menjadi perusahaan yang berfokus pada metaverse”. Lantas, apa yang bisa kita harapkan untuk terjadi dengan terjunnya Facebook ke dunia metaverse?

Penjelasan Metaverse

Pertama-tama, akan lebih baik jika kita mengklarifikasi beberapa ambiguitas atas istilah 'metaverse'. Metaverse, dalam bentuk kata tunggal, pada intinya merupakan sebuah konsep. Idenya adalah bahwa akan ada, pada suatu titik yang tidak ditentukan, sebuah dunia virtual tunggal dimana semua umat manusia akan berinteraksi dengan satu sama lain dan memiliki avatar mereka sendiri.

Konsep ini sudah muncul sejak lama, dengan istilah metaverse ditemukan 30 tahun lalu oleh penulis fiksi ilmiah Amerika Neal Stephenson dalam novelnya Snow Crash. Teknologi realitas virtual atau virtual reality adalah bagian penting dari metaverse.

Namun, seperti yang mungkin telah Anda perhatikan, dunia tunggal seperti itu belumlah ada. Di sisi lain, terdapat berbagai dunia online yang lebih kecil di mana orang-orang dapat berinteraksi dengan satu sama lain menggunakan avatar mereka sendiri, dan dunia-dunia kecil ini disebut dengan metaverses, dalam bentuk kata jamak.

Metaverses saat ini adalah bisnis besar dalam ruang kripto. Dunia virtual seperti Sandbox dan Decentraland saat ini sangat populer. Mereka memberi para pengguna kesempatan untuk membeli dan menjual properti, di samping kesempatan untuk membeli Non-Fungible Token (NFT) yang merupakan karya seni digital unik yang hadir di blockchain.

Pengalaman online seperti Second Life, yang dimulai pada tahun 2003, serta dunia game interaktif besar seperti Minecraft, yang dimulai pada tahun 2009, memang bukanlah hal baru. Namun, gelombang metaverse saat ini membawa segalanya ke level yang berbeda. Secara umum, kombinasi dari metaverses (dalam bentuk kata jamak), juga disebut sebagai metaverse (dalam bentuk kata tunggal).

Facebook: Menuju Meta

Pada bulan Oktober 2021, Facebook sebagai perusahaan yang tidak hanya menaungi situs media sosial Facebook, namun juga Instagram dan WhatsApp, berganti nama menjadi Meta Platforms Inc atau disingkat Meta.

Sebelum kita melihat segalanya yang berkaitan dengan metaverse Facebook, kita juga harus melihat apa yang telah dilakukan Meta dan Facebook dalam ruang kripto.

Stablecoin Diem adalah upaya untuk menciptakan mata uang kripto yang memungkinkan orang-orang untuk membeli barang di Facebook, dengan divisi blockchain-nya yang disiapkan di tahun 2018. Libra Association, yang dimaksudkan untuk menjalankan koinnya, terdiri dari Facebook dan berbagai perusahaan besar lainnya.

Namun, pada bulan Oktober 2019, nama-nama perusahaan besar seperti Visa, Mastercard, PayPal, Booking Holdings, dan eBay, semuanya ditarik dari proyek tersebut.

Kripto dari proyek tersebut awalnya dinamai Libra dan dimaksudkan untuk diluncurkan pada tahun 2020, namun ia mengalami perubahan nama setelah serangkaian rintangan regulasi yang membuatnya berusaha untuk memisahkan diri dari Facebook.

Sebuah dompet kripto Facebook pun diluncurkan pada tahun 2021, meski pada akhirnya Diem tidak berhasil melewati rintangan regulasi yang dihadapi saat itu. Pada awal tahun 2022, dompet tersebut dijual kepada Silvergate Capital dalam sebuah kesepakatan yang bernilai sekitar $162 juta. Silvergate berambisi untuk meluncurkan kembali token tersebut dengan dasar infrastruktur yang telah ada.

Metaverse Meta: Riwayat Ringkas

Facebook mulai terjun ke dunia metaverse ketika ia membeli perusahaan realitas virtual bernama Oculus pada tahun 2014. Pada tahun 2019, Facebook merilis headset realitas virtualnya sendiri.

Pada awal tahun 2021, sebelum melakukan perubahan nama menjadi Meta, Zuckerberg memberikan wawancara di mana ia berkata: “Saya percaya bahwa kami akan secara efektif bertransisi dari yang awalnya orang-orang melihat kami sebagai perusahaan media sosial menjadi perusahaan metaverse. Semua upaya yang kami lakukan di seluruh aplikasi yang saat ini digunakan orang-orang berkontribusi langsung pada visi ini, khususnya dalam hal pembangunan komunitas dan para pembuat konten.”

“Proyek ini merupakan sesuatu yang menghabiskan banyak waktu dan pikiran saya. Terdapat banyak hal yang sedang kami kerjakan. Dan saya yakin ini merupakan sebagian besar dari bab berikutnya untuk usaha yang akan kami lakukan pada seluruh industri.”

Pada tanggal 15 Februari 2022, Zuckerberg mengumumkan dalam sebuah postingan Facebook bahwa Meta merupakan "sebuah perusahaan metaverse" dan terdapat empat nilai yang mengarahkannya ke tujuan. Empat nilai tersebut adalah "Bergerak dengan cepat", "Fokus pada dampak jangka panjang", "Membangun hal-hal luar biasa" dan "Hidup di masa depan".

Apakah jargon ini akan mengarahkan metaverse Facebook menjadi lebih kuat dan lebih banyak diadopsi di antara para penggunanya masih perlu dilihat. Meski terdapat potensi besar audiens metaverse Facebook/Meta, dengan 1,929 miliar pengguna setiap hari masuk ke platform Facebook pada kuartal terakhir tahun 2021 (penurunan sedikit dari angka 1,93 miliar pada kuartal ketiga), namun masih belum banyak yang terserap untuk Metaverse sendiri.

Apa sentimen Anda pada META?

170.13
Bullish
atau
Bearish
Pilih untuk melihat hasil komunitas!

Menurut Statista, hanya ada 50.000 pengguna iterasi Web3 dari metaverse. Ini menunjukkan bahwa Meta perlu memperluas basis penggunanya atau juga perlu membuat dorongan yang lebih umum pada bidang yang khusus ini.

Realitas Virtual VS Realitas Finansial?

Ada beberapa kekhawatiran akan profitabilitas metaverse, setidaknya dalam jangka pendek. Ketika Meta merilis angka laporan keuangan terbarunya pada bulan Februari 2022, salah satu berita paling penting dari laporan tersebut adalah bahwa pengerjaan metaverse Meta membuat perusahaan kehilangan jumlah uang secara meningkat.

Anak perusahaan Reality Labs (RL), yang mengerjakan perangkat keras, perangkat lunak, dan konten konsumen yang terkait dengan realitas virtual dan realitas berimbuh, membukukan kerugian sebesar $10,1 miliar pada tahun 2021, sebuah peningkatan dari kerugian sebesar $6,6 miliar pada tahun 2020. Peningkatan kerugian tersebut terjadi karena perusahaan mengatakan bahwa mereka sedang berinvestasi dalam pengembangan metaverse.

​​Meta telah menghabiskan $10 miliar untuk proyek metaverse-nya. Namun, Meta telah kehilangan sekitar sepertiga dari nilai pasarnya sejak laporan terbarunya keluar pada awal bulan Februari, ketika diumumkan bahwa laba bersih Q4 perusahaan sedikit menurun sebesar $1 miliar dari tahun ke tahun, dari $11,2 miliar pada tahun 2020 menjadi $10,2 pada tahun 2021. Alangkah menarik untuk melihat apakah investasi ini akan berlanjut.

Sebuah Hal Baru atau Second Life Kedua?

Gagasan akan dunia online yang masif hampir terwujud dengan Second Life. Dalam sebuah wawancara dengan Bloomberg, seorang penulis bidang teknologi Wagner James Au, mengatakan bahwa terdapat hubungan antara Second Life dengan metaverse milik Mark Zuckerberg. Ia mengatakan: “Untuk setiap cerita yang saya lihat tentang metaverse sekarang, terdapat analog dengan apa yang terjadi di Second Life.”

“Gagasan mengenai ledakan real estat di dunia metaverse ini? Ya, hal itu telah terjadi. Ide dari para perusahaan besar untuk membuka kantor pusat secara virtual? Itu pun telah terjadi. Terdapat banyak perusahaan, selain Fortune 500, yang membuka kantor di Second Life.”

Au mengakui bahwa terdapat pula beberapa perbedaan penting, seperti pertumbuhan teknologi yang terjadi saat ini, yang berarti bahwa metaverse tidak lagi menjadi aktivitas khusus yang hanya tersedia bagi orang-orang yang telah berinvestasi dalam alat teknologi mahal.

Satu poin penting yang dibuat oleh Au adalah bahwa salah satu tantangan yang harus dihadapi metaverse Facebook merupakan usia penggunanya. Terdapat adopsi metaverse secara besar di antara mereka yang berusia remaja dan di awal 20-an, namun orang-orang tersebut berhenti menggunakan jaringan sesering sebelum mereka mencapai usia sekitar 24 tahun.

Alangkah menarik untuk melihat bagaimana Meta membuat sistemnya lebih memikat bagi pengguna yang lebih tua, jika memang basis pengguna usia tersebut ada.

Dorongan yang Tidak Disengaja bagi Koin Metaverse

Penggantian Facebook menjadi Meta kemungkinan akan membantu apa yang kita sebut dengan metaverse mata uang kripto "tradisional". Menurut sebuah laporan dari JP Morgan, kapitalisasi pasar kripto metaverse meledak ketika Meta diumumkan. Harga Decentraland melonjak lebih dari enam kali lipat pada saat itu, naik dari $0,7535 pada awal tanggal 28 Oktober ke level tertinggi intraday di angka $4,69 pada tanggal 31 Oktober.

Seberapa besar dampak proyek Meta pada harga masa depan proyek serupa seperti MANA dan SAND masih harus dilihat.

Refleksi Akhir

Tentu saja ada beberapa rintangan yang perlu diatasi Facebook/Meta agar metaverse-nya dapat menjadi fenomena besar seperti media sosialnya.

Meta perlu meyakinkan orang-orang bahwa penggunaan headset VR bukan hanya tentang bermain game. Di dunia pasca pandemi, mereka harus membuat pengalaman bekerja sambil mengenakan headset yang agak menyesakkan menjadi lebih nyaman, lebih mudah, lebih menyenangkan, dan lebih efisien.

Mereka juga perlu meyakinkan orang-orang bahwa virtual realitas tidak berusaha untuk menggantikan realitas yang kita miliki sekarang. Dan mereka pun juga harus meyakinkan orang-orang bahwa data mereka benar-benar aman dan proyek mereka sendiri jugalah aman. Sudah ada laporan tentang wanita yang mengalami kekerasan seksual dan bahkan "diperkosa" di metaverse.

Terdapat pula fakta bahwa Meta dan bisnisnya dapat dilihat dianggap “kuno” oleh orang-orang yang percaya pada blockchain, orang-orang yang ingin mempromosikan penggunaan dari apa yang dapat digambarkan sebagai metaverse Web3 “sebenarnya”, yang setidaknya secara teori akan terdesentralisasi dari segi pengoperasian.

Alternatif-alternatif investasi seperti ini bisa jadi lebih aman. Namun, layaknya dengan investasi lain, kita harus menunggu dan melihat apa yang akan terjadi.

Kami telah melontarkan pertanyaan kepada Meta secara tepat mengenai apa rencana mereka untuk metaverse-nya, namun kami belum menerima jawaban dari mereka.

FAQ

Tidak. Yang mungkin membuat beberapa kebingungan adalah bahwa Facebook, perusahaan di balik situs media sosial, mengubah namanya menjadi Meta pada tahun 2021. Namun, Facebook sendiri akan terus beroperasi, sebagian besar dengan cara kerja yang sama seperti sebelumnya. Sementara itu, Meta sedang mengerjakan proyek metaverse-nya.

Hal ini tidak akan terjadi kecuali jika Anda hidup dalam novel dystopian. Manusia masih perlu makan, minum, berkomunikasi secara interaktif, dan melakukan segala macam hal yang tidak dapat mereka lakukan di metaverse.

Kasarnya, Anda tidak dapat berhubungan seksual di metaverse. Oleh karena itu, demi masa depan umat manusia, dunia nyata akan tetap berlanjut. Mungkin lebih tepatnya, terdapat kemungkinan bahwa metaverse justru dapat berakhir dengan kehampaan.

Bahkan di antara orang-orang yang sangat antusias mengenai metaverse, ada baiknya menunjukkan laporan JP Morgan yang mengatakan: “Meskipun ada banyak antusias tentang kemungkinan hadirnya metaverse, namun agar proyek ini memungkinkan potensi penuhnya untuk keterlibatan, pembangunan komunitas, ekspresi diri dan komersial, maka area utamanya perlu dikembangkan dan dimatangkan lebih lanjut.”

Pada akhirnya, perjalanan metaverse masih panjang dan dunia nyata akan tetap disini untuk bertahan.

Baca artikel lain

Materi yang disediakan di situs web ini hanya diperuntukkan sebagai informasi dan tidak boleh dianggap sebagai penelitian investasi atau saran investasi. Pendapat apa pun yang mungkin tercantum di halaman ini murni merupakan pandangan subjektif penulis dan bukan merupakan rekomendasi dari Currency Com Bel LLC atau mitranya. Kami tidak memberikan dukungan atau jaminan apa pun atas keakuratan atau kelengkapan informasi yang tercantum di halaman ini. Dengan mengandalkan informasi di halaman ini, Anda mengakui bahwa Anda bertindak secara sadar dan independen dan Anda menerima semua risiko yang ditimbulkan.
iPhone Image
Perdagangkan token saham, indeks, komoditas, dan mata uang top dunia dengan kripto atau uang fiat
iMac Image
Perdagangkan token saham, indeks, komoditas, dan mata uang top dunia dengan kripto atau uang fiat
iMac Image