Prediksi harga saham GSK: mengapa perusahaan ini terpecah dua

By Connor Sephton

Prediksi harga saham GSK bereaksi terhadap rencana mereka untuk memisahkan divisi farmasi dan kesehatan konsumen, serta CEO-nya yang menghadapi pemberontakan dari aktivis investor.co

Pada prediksi ini

Dua setengah tahun setelah mengumumkan rencana pemisahan unit usaha, GlaxoSmithKline (GSK) akhirnya mengkonfirmasi bahwa unit usaha kesehatan konsumennya akan berpisah dari unit usaha bidang farmasi, untuk kemudian dijadikan perusahaan publik baru.

Keputusan ini diambil setelah masa penuh cobaan yang dihadapi oleh harga stock GSK. GSK adalah perusahaan vaksin terbesar di dunia dalam hal penghasilan, namun GSK tertinggal dari para pesaingnya dalam perlombaan untuk mengembangkan vaksinasi virus corona. Sementara Pfizer, AstraZeneca, dan Moderna termasuk di antara merek yang berhasil membawa vaksin Covid-19 ke pasar, GSK mengalami ketertinggalan. Uji coba fase 3 untuk kandidat vaksinnya baru dimulai pada akhir Mei 2021, dan jika beruntung, produknya baru akan mendapatkan persetujuan untuk digunakan secara luas pada akhir tahun ini.

Harga saham GSK juga dibayangi oleh lonjakan penangguhan pasien untuk prosedur elektif, yang diperburuk oleh pandemi virus corona. Harga stock GSK turun 9,9% dalam 12 bulan hingga pada tanggal 12 Juli, menghasilkan harga 1.439p. Selama periode yang sama, saham Pfizer naik 20% dan AstraZeneca naik  lebih sedikit di angka 2,3%

Analisis saham GlaxoSmithKline memaparkan tantangan lain dalam hal penelitian dan pengembangan. Penjualan hingga £3 miliar diperkirakan akan hilang ketika GSK kehilangan eksklusivitas paten pada obat HIV dolutegravir dalam waktu enam tahun. Masalah diperumit dengan gagalnya uji coba sejumlah obat-obatan terkenal yang sedang dalam proses percobaan. Hal ini dapat mempengaruhi pendapatan bersih perusahaan dalam jangka waktu sedang hingga jangka waktu panjang.

Apa arti dari perpecahan ini

Harga saham GSK naik sekitar 1% setelah rencana pemisahan bisnis konsumen mereka diumumkan. Mari kita selidiki lebih dalam apa yang akan terjadi.

Target ambisius telah ditetapkan untuk "New GSK", nama cabang farmasi GSK terbaru. Cabang Ini akan tetap di bawah pimpinan kepala eksekutif Emma Walmsley. Investor telah diinformasikan bahwa perusahaan akan menargetkan pertumbuhan penjualan sebesar 5% serta pertumbuhan laba operasi sebesar 10%, dalam periode saat ini hingga tahun 2025.

Perusahaan ingin memberikan dampak positif bagi kesehatan lebih dari 2,5 miliar orang selama dekade mendatang. Pemisahan tersebut diharapkan akan menciptakan "pemimpin baru dunia dalam bidang perawatan kesehatan konsumen," ucap perusahaan itu, dengan perpecahan diharapkan akan dikonfirmasi pada pertengahan tahun depan. Merek dari GSK termasuk lini pasta gigi (Sensodyne dan Aquafresh), produk untuk membantu berhenti merokok (Nicorette dan Nicotinell), dan merek pereda nyeri (Panadol dan Advin).

Perusahaan customer-facing baru ini akan menjadi rumah bagi portofolio yang menghasilkan penjualan tahunan sebesar £10 miliar pada tahun lalu, dan "berposisi baik untuk mengalami pertumbuhan lebih lanjut". GSK memiliki 68% saham di divisi perawatan kesehatan konsumen. Dari jumlah tersebut, 80% nilai dari pemisahan unit usaha ini akan dikembalikan kepada pemegang saham, dan GSK Baru berencana untuk terus memegang 20% ​​sisanya. Pfizer, yang memiliki sisa 32% saham, juga tampaknya bersiap untuk keluar.

Saham GSK juga akan terpengaruh oleh perubahan signifikan pada pembayaran dividennya. Untuk sepanjang tahun 2021, dividen berdiri di 80p, namun pada tahun 2023 akan terjadi penurunan menjadi 45p.

Penolakan investor

Ketidakpastian lain seputar harga stock GSK datang dari investor aktivis di Elliott Management, yang dipimpin oleh Paul Singer. Dalam suratnya yang panjang, Elliott menyambut baik perpecahan tersebut, tetapi juga memperingatkan bahwa GSK telah "berkinerja buruk selama bertahun-tahun, secara operasional dan finansial". Ia menyarankan agar posisi Walmsley dalam jabatannya harus dipikirkan kembali setelah terjadinya pemisahan.

Tindakan tersebut ditolak oleh GSK, yang menjawab:

"Dewan sangat yakin Emma Walmsley adalah pemimpin yang tepat dari New GSK dan sepenuhnya mendukung tindakan yang diambil olehnya dan tim manajemen, yang semuanya didasarkan pada penilaian kinerja yang ketat."

Keputusan Elliott Management untuk mengambil saham bernilai miliaran pound ini telah menimbulkan tanda tanya. Pada bulan Mei lalu, The Times di London melaporkan bahwa pemerintah Inggris sangat khawatir atas investasi tersebut hingga meminta para pejabat pemerintahan untuk memantau situasi ini. Kekhawatiran ini didasarkan pada kemungkinan rekayasa penjualan bisnis farmasi GSK oleh Elliott.

Dengan 11 anak perusahaan di seluruh Inggris, sejumlah politisi mengatakan kepada surat kabar itu bahwa perusahaan tersebut adalah bagian penting dari kekuatan farmasi negara itu, sementara ketua Commons Business Select Committee menggambarkan kapasitas GSK sebagai "bagian penting bagi keamanan nasional kita" .

Masih harus dilihat apakah industri rival akan bergerak untuk membeli divisi perawatan kesehatan konsumen milik GSK ini. Namun tawaran apa pun dari perusahaan seperti Johnson & Johnson dapat menarik perhatian para regulator.

Prediksi stock GSK: apa berikutnya

Prediksi harga saham GSK dalam 12 bulan mendatang cukup beragam. Desas-desus tentang tawaran pengambilalihan atau dampak dari intervensi oleh investor aktivis dapat mempengaruhinya, di samping adanya momen terobosan yang dapat terjadi dalam perlombaannya untuk membawa vaksin virus corona ke pasar.

Ketika berbicara mengenai prediksi harga saham GSK tahun 2021, perkiraan low-end menunjukkan bahwa harga saham Glaxo akan turun 12,9% di tahun mendatang menjadi 1.250p. Di ujung lain skala, perkiraan high-end memprediksi kenaikan 39,4% ke 2.000p, sebuah level yang tidak pernah terlihat selama 20 tahun. Sementara itu, prediksi stock GSK secara median berada di 1.500p, sedikit naik 4,5% dari posisi saham pada tanggal 12 Juli.

Pertanyaan yang sering diajukan

Saham GSK telah turun sebesar 9,9% dalam 12 bulan hingga 12 Juli, dan sebesar 12,9% selama lima tahun terakhir.

CEO perusahaan, Emma Walmsley, baru-baru ini mengakui: "Saya sangat menyadari bahwa saham GSK telah berkinerja buruk untuk waktu yang lama."

Glaxo Smith Kline tertinggal dari para pesaingnya dalam hal laba kepada pemegang saham selama empat tahun terakhir. Pandemi virus corona pun tidak membantu, karena peristiwa ini telah mengganggu program vaksinasi rutinnya.

Menurut Financial Times, lima analis menilai saham GSK dengan posisi buy; enam mengatakan prediksi harga saham Glaxosmithklein berpotensi mengungguli pasar dalam 12 bulan ke depan; 16 analis menilai posisi hold; dan dua mengatakan saham GSK akan mengalami kinerja buruk. Tidak ada penilaian untuk posisi sell.

Currency.com menawarkan saham GSK dalam bentuk token, memungkinkan Anda untuk mendapatkan eksposur ke harga saham tanpa memiliki underlying stock atau saham tercatat tersebut. Hal ini memberi Anda kesempatan untuk memilih posisi short jika Anda yakin harga akan turun.

The material provided on this website is for information purposes only and should not be regarded as investment research or investment advice. Any opinion that may be provided on this page is a subjective point of view of the author and does not constitute a recommendation by Currency Com Bel LLC or its partners. We do not make any endorsements or warranty on the accuracy or completeness of the information that is provided on this page. By relying on the information on this page, you acknowledge that you are acting knowingly and independently and that you accept all the risks involved.
iPhone Image
Perdagangkan token top dunia untuk saham, indeks, komoditas, dan pasangan FX dengan uang kripto atau fiat
iMac Image
Perdagangkan token top dunia untuk saham, indeks, komoditas, dan pasangan FX dengan uang kripto atau fiat
iMac Image