Ramalan saham Amazon: Apakah Amazon adalah saham yang bagus?

By Peter Henn

Dengan pemimpin baru, sudah waktunya untuk pembaruan kuartal dan ramalan harga Amazon yang baru.

Walaupun pandemi COVID-19 menghantam banyak bisnis dengan keras, beberapa perusahaan berjalan cukup baik selama rentetan lockdown akibat coronavirus. Salah satunya adalah Amazon. Sebagai bisnis yang terkenal melalui pesanan pos, raksasa ritel online ini bertahan dengan sempurna di dunia di mana penjual batu bata dan semen harus menutup pintu untuk pelanggan. Namun, situasi terus berubah dan dengan CEO baru yang menjabat, akan ada beberapa penyesuaian di ramalan saham Amazon. Kita akan melihat bagaimana prediksi harga saham Amazon tapi pertama-tama, mari kita lihat masa lalu dan bagaimana kinerja perusahaannya.

Pandemi yang bagus?

Ketika hasil akhir tahun 2020 diumumkan pada awal tahun ini, terlihat cukup jelas bahwa Amazon menjadi salah satu cerita sukses di masa pandemi. Selama tahun 2020, ada kenaikan 38% ke $386 miliar di penjualan bersih. Pendapatan bersih hampir dua kali lipat, mencapai $21.3 miliar. Namun, hasil yang mengesankan itu dibayangi berita bahwa pendiri perusahaan dan CEO Jeff Bezos akan mengundurkan diri dari jabatannya di tahun tersebut. Dalam sebuah email ke pegawai Amazon saat itu, Bezos, salah satu orang terkaya mengatakan,ia bangga atas semua pencapaian Amazon selama ini, mengatakan: “Jika kalian melakukannya dengan benar, beberapa tahun setelah penemuan yang mengejutkan, hal yang baru telah menjadi normal. Orang-orang menguap. Menguap itu adalah pujian terbesar yang bisa diterima penemu. Ketika kalian melihat hasil finansial kami, apa yang sebenarnya kalian lihat adalah penemuan hasil kumulatif jangka panjang. Sekarang saya melihat Amazon di kondisi paling inventif, menjadikannya waktu yang optimal untuk transisi ini.”

Bezos meninggalkan posisinya sebagai CEO untuk menjabat sebagai Executive Chairman Amazon pada 5 Juli, ulang tahun perusahaan Amazon ke 27. Sementara pendirinya mengambil keuntungan dari tanggung jawab sehari-hari yang lebih rendah dengan terbang ke luar angkasa dengan roket New Shepard miliknya, mantan CEO Amazon Web Services Andy Jassy yang mengambil alih perusahaan.

Hasil kuartal: melambat

Ketika hasil kuartal kedua Amazon untuk 2021 diumumkan pada 29 Juli, ada tanda-tanda melambat. Meskipun ada pertumbuhan sebesar 27% pada penjualan, itu menurun YoY dari pertumbuhan 41% yang dibukukan pada kuartal kedua di 2020. Perusahaan juga mengatakan hanya mengharapkan pertumbuhan maksimum 16% di kuartal ketiga.

Pendapatan keseluruhan perusahaan sebesar $113 miliar yang menurut Reuters, lebih rendah dari ramalan analis Refinitiv sebesar $115 miliar. Namun, analis yang sama memprediksikan laba per lembar Amazon akan berada di $12.30 ketika sebenarnya berada di $15.12, menunjukkan berita bagus bagi pemegang saham dan ramalan saham Amazon.

Dalam pernyataan, Jassy mengatakan: Selama 18 bulan, konsumen bisnis kami telah diminta untuk mengirim sejumlah barang yang belum pernah terjadi sebelumnya, termasuk APD, makanan dan produk lainnya yang membantu komunitas di seluruh dunia untuk mengatasi situasi pandemi yang sulit. Di saat yang sama, AWS telah membantu banyak bisnis dan pemerintah mempertahankan kelangsungan bisnis dan kita telah melihat pertumbuhan AWS semakin cepat seiring lebih banyak perusahaan yang mengajukan rencana untuk mengubah bisnis mereka dan beralih ke cloud.

“Terima kasih kepada semua karyawan kami yang bersemangat, inovatif dan ambisius di seluruh dunia untuk tetap fokus pada pengiriman ke konsumen. Saya semangat untuk bekerja dengan Anda menciptakan dan membangun masa depan.”

Keuntungan keseluruhan perusahaan di kuartal naik ke $7.8 miliar, meningkat sebesar 48% meskipun free cash flow berada di $12.1 miliar, turun YoY hanya lebih dari 61% dari $31.9 miliar. Namun, operating cash flow naik 16% dari $51.2 miliar ke $59.3 miliar.

Dalam panggilan pers pasca-hasil dengan CNBC, CFO Amazon Brian Olsavsky mengatakan bahwa akan sulit untuk mereplikasi hasil yang diperoleh pada kuartal kedua 2020 yang mana tingkat pertumbuhannya berada di antara 35% dan 45%. 

Ia mengatakan: “Kami mulai melakukan hal tersebut dan itulah mengapa Anda melihat beberapa tingkat pertumbuhan yang turun.”

“Pelanggan kamu aman dan sehat dan melakukan pesanan dari kamu. Dan kami tahu akan ada banyak liburan atau lebih banyak mobilitas. Mungkin ada hal-hal yang dihindari orang-orang dari tahun lalu dan itu hal yang bagus tapi itu cenderung untuk menuntun mereka melakukan hal lainnya selain berbelanja. Sehingga kami menyesuaikan kinerja keuangan dalam periode yang kita lihat akan terjadi.

Menariknya, dalam mantan divisi Jassy yang Amazon lihat hasil yang positif. Pendapatan Amazon Web Services tumbuh 37%, naik dari kuartal sebelumnya yaitu 32% ke $14.81 miliar. Perusahaan tersebut juga melihat peningkatan tingkat karyawan dari tahun ke tahun, mempekerjakan 52% selanjutnya untuk membantu menangani tingginya permintaan selama pandemi dengan total 1.33 juta orang bekerja untuk Amazon.

Di berita lainnya, perusahaan tidak berencana untuk berhenti membawa karyawan ke kantor pada bulan September, meskipun ada varian delta baru dari COVID-19. Walaupun telah dilaporkan bahwa perusahaan teknologi besar lainnya seperti Facebook dan Google akan memastikan hanya karyawan yang sudah divaksin yang kembali ke rumah. Olsavsky mengatakan bahwa perusahaan tidak akan meminta karyawan untuk disuntik, menurut CNBC.

Respon pasar

Berita dari Amazon disambut dengan hati-hati oleh pasar saham. Ketika pasar tutup pada 29 Juli, Harga saham preferen Amazon berada di $3,599.92 tapi ketika mereka buka kembali setelah hasil kuartal diumumkan pada 30 Juli, harga saham Amazon jatuh ke $3,344.07. Itu merupakan penurunan lebih dari 7% dalam semalam. Jelas, tampaknya prediksi Amazon mengenai perlambatan dalam pertumbuhan artinya beberapa trader kurang tertarik untuk terlibat dengan raksasa ritel tersebut.

Apa yang dikatakan para ahli

Terlepas dari kehati-hatian dari pertumbuhan yang lambat secara keseluruhan, para ahli berpikir Amazon akan tetap berkembang. Ketika CNN meminta 45 analis untuk membuat ramalan saham Amazon untuk 2021 dan tujuh bulan pertama di 2022, rata-rata prediksi harga saham Amazon adalah $4,200 atau kenaikan sekitar 25.6% dari tingkat saat ini. Prediksi saham Amazon tertinggi adalah $5,500, naik lebih dari 64% sementara, yang luar biasa, ramalan paling pesimis melihatnya naik sebesar 12.88% ke $3,775.

When it came to analysts recommendations, out of 50 experts polled by CNN, 41 said Ketika Ketika membahas rekomendasi analis, dari 50 ahli yang disurvey CNN, 41 mengatakan bahwa Amazon memiliki status “buy”, enam mengatakan ia akan melebihi ekspektasi dan tiga mengatakan orang-orang harus menahan untuk sekarang. Menariknya, tidak ada yang berpendapat ia akan di bawah ekspektasi atau orang-orang harus menjual saham mereka.

FAQ

Secara potensial, iya. Namun, perlu diperhatikan bahwa harganya jatuh ketika perusahaan mengatakan pertumbuhannya akan menurun, bahkan jika sebagian besar analis menaruhnya di daftar beli mereka. Ingat juga bahwa prediksi harga saham Amazon apapun tidak selalu akurat. Anda harus melakukan penelitian Anda, ingat bahwa harga bisa turun dan naik dan jangan pernah Anda berinvestasi lebih banyak uang dari yang Anda mampu.

Walaupun ada spekulasi bahwa CEO baru akan menuntun ke pemecahan pertama dalam saham Amazon sejak 1999, tidak ada pengumuman mengenai pemecahan di laporan kuartal terbaru.

Tidak ada yang bisa mengatakan ia tidak bisa mencapai $10,000 dalam suatu waktu tapi sejujurnya, hal itu belum akan terjadi. Mengingat prediksi harga saham Amazon yang paling optimis adalah $5,500 dalam waktu setahun, tampaknya aman untuk mengatakan bahwa harga saham preferen Amazon tidak akan mencapai batas $10,000 dalam waktu dekat.

Anda dapat trading saham Amazon hari ini dalam token sekuritas di Currency.com. Token sekuritas adalah turunan kripto yang nilainya terhubung dengan nilai suatu aset tertentu.

Currency.com menawarkan peluang untuk membeli dengan leverage, dengan stop loss yang mudah ditentukan dan limit untuk menutup posisi di harga tertentu. Tapi walaupun leverage memungkinkan Anda memperoleh keuntungan yang lebih besar jika saham naik, itu juga akan memperbesar kerugian Anda jika harganya turun.

The material provided on this website is for information purposes only and should not be regarded as investment research or investment advice. Any opinion that may be provided on this page is a subjective point of view of the author and does not constitute a recommendation by Currency Com Bel LLC or its partners. We do not make any endorsements or warranty on the accuracy or completeness of the information that is provided on this page. By relying on the information on this page, you acknowledge that you are acting knowingly and independently and that you accept all the risks involved.
iPhone Image
Perdagangkan token top dunia untuk saham, indeks, komoditas, dan pasangan FX dengan uang kripto atau fiat
iMac Image
Perdagangkan token top dunia untuk saham, indeks, komoditas, dan pasangan FX dengan uang kripto atau fiat
iMac Image